Selasa, 08 Oktober 2024

Aktualisasi Nasihat Ki Hajar Dewantara

 Aktualisasi Nasihat Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara
Makanan bergizi dan olah raga teratur dapat menyehatkan badan. Lalu bagaimana dengan menyehatkan akhlak? Para pendahulu kita telah memberikan resep berupa kiat sehat akhlak dengan nasihat-nasihat. Nasihat-nasihat ini seringkali terkristalisasi dalam pribahasa, pepatah, semboyan, dan sebagainya. Tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara telah memberikan nasihat yang masyhur dikenal dengan "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani." Lantas, bagaimana aktualisasi nasihat Ki Hajar Dewantara ini?

Ing Ngarsa Sung Tuladha

Kalimat "Ing Ngarsa Sung Tuladha" dapat diartikan "Di depan memberi contoh". Ini bermakna bahwa yang di depan seperti pemimpin bagi yang dipimpinnya, guru bagi muridnya, orang tua bagi anaknya, orang dewasa bagi yang lebih muda darinya, kakak bagi adiknya, dan siapapun yang secara posisi 'berpengaruh' selayaknya memberikan contoh atau teladan. Teladan yang dimaksud adalah bentuk segala laku baik. Sehingga, tidak cukup suatu nasihat dinyatakan dalam kata-kata saja, melainkan harus dengan contoh yang berpotensi lebih mudah ditiru.

Ing Madya Mangun Karsa

Kalimat "Ing Madya Mangun Karsa" dapat diartikan "Di tengah membangun kekuatan". Ini bermakna bahwa yang saat ini di tengah atau khalayak umum mempunyai peran untuk saling menguatkan satu sama lain. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan turut berkonstribusi positif pada sesuatu yang telah disepakati bersama. Contohnya ialah seorang murid yang senantiasa rajin belajar di sekolah, warga masyarakat yang menjaga kenyamanan bersama, dan lain-lain.

Tut Wuri Handayani

Kalimat "Tut Wuri Handayani" dapat diartikan "Di belakang mendorong". Ini bermakna bahwa yang di belakang seperti masyarakat terhadap pemipin, murid terhadap guru, anak terhadap orang tua, adik terhadap kakak, dan siapapun dengan hubungan yang demikian selayaknya memberikan dukungan, sokongan, dan patuh-kritis pada apa yang sudah disepakati. Misalnya ialah seorang murid yang taat pada tata tertib sekolah, anak yang menghormati orang tua, dan sebagainya.

Sabtu, 18 Juni 2022

Implementasi Kurikulum Merdeka

Implementasi Kurikulum Merdeka

Hai rekan guru! Sudah tahu bagaimana sih implementasi Kurikulum Merdeka? Pasti bertanya-tanyakan seperti apa sebenarnya praktek atau pelaksanaan Kurikulum Merdeka dari awal hingga akhir? Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi informasi masi mengenai implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat SMA/SMK/Sederajat. Silahkan disimak. Semoga bermanfaat. 😊
 
 
 

Selengkapnya dapat diakses melalui tautan: Muharis20

Label:

Selasa, 07 September 2021

Pembelajaran yang Memerdekakan

 Pembelajaran yang Memerdekakan

Merdeka! sebuah kata penyeru yang nampaknya menjadi ekspresi kebebasan. Kebebasan dari segala belenggu yang menghalangi berpendapat, bekerja, berkarya, bercita-cita, aktualisasi diri, dan lain-lain. Dalam dunia pendidikan pun kata tersebut kian bergema. Ya, bergema berdampingan dengan kata 'belajar', hingga tercipta "Merdeka Belajar". Lalu, bagaimana implementasi merdeka belajar? Bagaimana pula proses pembelajaran yang memerdekakan? Mari simak selengkapnya.

 

 

 Selengkapnya dapa diakses melalui tautan: Muharis20

Label:

Kamis, 02 September 2021

PPT Seminar Proposal

 Salindia Seminar Proposal

Hai, kamu mahasiswa tingkat akhir? Atau mahasiswa yang ingin segera mengakhiri status mahasiswa?

Ya, ada beberapa tahap nih yang harus kamu lalui untuk melewati garis finish perkuliahan. Salah satunya seminar proposal. Singkatnya seminar proposal atau yang popular disebut sempro adalah pengajuan untuk penelitian sebagai tugas akhir atau skripsi pada stara satu. Nah, kali ini saya berbagi contoh slide atau salindia presentasi untuk seminar proposal. Namun perlu diingat, tiap perguruan tinggi maupun program studi mempunyai ketentuan yang mungkin berbeda. Sebagai referensi, semoga bermanfaat.

 

Selengkapnya dapat diakses melalui tautan: Muharis20

 

Label: